Cara Mengobati Gatal Terkena Karang

©shutterstock

Kenikmatan yang didapat saat menyelam atau snorkeling dapat sedikit terganggu apabila secara tidak sengaja kulit tergores terumbu karang. Selain dapat memicu terjadinya infeksi, ada beberapa jenis karang yang menyengat dan hewan-hewan yang hidup di karang yang dapat menimbulkan bahaya bagi manusia.

Sering pastinya anda mendapatkan rasa gatal ketika melakukan aktifitas di laut, seperti snorkeling, diving, penelitian, dll. Apalagi rasa gatal tersebut terasa setelah kulit anda bergesekan dengan terumbu karang yang masih hidup. Berikut ini alasan kenapa kulit anda gatal.


PENYEBAB 
Penyebabnya adalah anda terkena mocus/ lendir racun yang dimiliki oleh karang yang biasanya digunakan untuk melakukan pertahan dan perkembangbiakan diri. Mocus tersebut memang memiliki beberapa zat yang dimana akan terasa mengganggu jika terkena kulit kita.
 Jangan Anggap Remeh
Tergores oleh karang adalah cedera umum yang biasa dialami oleh orang-orang yang suka menyelam atau snorkeling. Ketika terkena gesekan, penutup lembut karang dapat robek dan masuk ke dalam kulit yang terbuka, meninggalkan sejumlah kecil protein hewani dan bahan berkapur pada luka. Hal ini dapat berkembang menjadi luka yang terinfeksi dan menyebabkan waktu penyembuhan yang lama hingga beberapa bulan, seperti penjelasan yang diambil dari Divers Alert Network, asosiasi keselamatan dan keamanan menyelam. Beberapa karang mengandung nematocysts  yang menyebabkan sengatan dan menghasilkan cedera yang lebih parah. Kadang-kadang, luka atau abrasi dari karang akan mengekspos kulit sehingga terbuka untuk patogen lain yang mungkin mengambang di air, seperti Vibrio ssp.
Simak cara cepat atasi luka akibat tergores karang berikut ini
PENGOBATAN
Beberapa pengobatan yang dapat dilakukan adalah dengan:
1.Obat merah
2. Obat kulit
3. Amonia
4. Air Kencing (sedikit extrime tentunya)
CARA PENANGULANGAN
Bersihkan Luka
Reaksi dapat dikurangi dengan segera membersihkan area kulit yang terkena karang. Gosok kulit yang tergores dengan sabun dan air, kemudian siram dengan air tawar sesegara mungkin setelah kontak dengan karang. Komplikasi yang paling sering terjadi dari luka tersebut adalah peradangan yang dpat berkembang menjadi infeksi sekunder yang lebih parah.
Bersihkan dengan Cairan Kimia
Jika terkena kontak dengan karang yang tidak menyengat, siram luka dengan campuran ½ porsi air dan ½ porsi hydrogen peroksida untuk menghilangkan bagian-bagian karang, kemudian siram dengan air bersih. Tapi bila terkena karang api, bilas luka dengan asam asetat (cuka) yang diencerkan atau isopropil alkohol untuk mengurangi efek dari racun yang dihasilkan oleh karang api. Perendaman dalam air panas, penggunaan aplikasi hot pack, atau cold pack juga bisa digunakan untuk mengurangi rasa sakit.
Penggunaan Antibiotik
Bilas luka setiap hari dan oleskan salep antibiotik seperti bacitracin 3-4 kali per hari. Antibiotik oral juga biasanya dianjurkan untuk mencegah infeksi. Jika terlanjur terkena infeksi, terus minum antibiotik selama setidaknya 5 hari. Beberapa jenis pengobatan dapat meningkatkan kepekaan terhadap matahari, sehingga dianjurkan untuk menggunakan tabir surya minimal SPF 15.

Ketika di bawah air, cobalah untuk menghindari kontak dengan karang atau makhluk lainnya, dan gunakan pakaian khusus untuk melindungi badan.
Jadi disarankan jika anda melakukan aktifitas di laut, maka pakai baju dan celana panjang tapi tidak mengganggu pergerakkn saat beraktifitas di laut, kemudian  pakailah sarung tangan yang murah-murahan saja untuk menanggulangi terjadinya gesekan tersebut. belajar teknik mengapung sebelum melakukan aktivitas di laut, dan yang lebih penting janganlah memegang karang jika tidak terpaksa, seperti untuk menahan diri dari arus atau penelitian.

Karang juga akan merasa Stres jika terkena kulit manusia, dan akhirnya akan memperburuk pertumbuhan karang itu sendiri. Tahukan anda kalau hewan karang sangat sulit berkembang dan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk perkembang hidupnya.

Jadi, artikel tentang penyebab rasa gatal di laut serta cara mengatasinya ini semoga dapat membuat kita lebih berhati-hati dalam aktifitas laut.