Materi Dasar Snorkeling


Snorkeling, yang biasa juga disebut dengan skin diving. Snorkeling/SCUBA diving merupakan salah satu kegiatan yang saya gemari baru-baru ini, jadi tidak ada salahnya jika saya berbagi pengalaman kepada teman-teman yang juga tertarik dengan kegiatan ini. Dengan menguasai materi dasar snorkeling, teman-teman akan lebih mudah menguasai materi SCUBA diving jika berminat mendalami lebih jauh lagi kegiatan ini. Materi dasar snorkeling ini saya susun berdasarkan pengalaman saya selama setahun mengikuti latihan dan setahun menjadi pelatih di Unit Selat Nautika ITB. Semoga bermanfaat.

1. Snorkel Clearing

Fungsi:
Membersihkan snorkel dari air atau kotoran lainnya agar snorkel dapat digunakan untuk bernapas.

Penjelasan:

Pada saat melakukan snorkeling/skin diving, air atau kotoran lainnya dapat masuk ke dalam snorkel karena hempasan ombak atau hal lainnya. Oleh karena itu dibutuhkan teknik snorkel clearing untuk membersihkan saluran pernapasan bantu kita (snorkel). Selain itu, teknik ini juga berguna di saat kita melakukan teknik duck dive & apnea, dan juga di saat kita melakukan SCUBA diving, di saat kita muncul ke permukaan air untuk menghirup napas yang berasal dari udara.
Teknik:
  • Tarik napas sedalam mungkin, lalu tahan.
  • Masukkan seluruh bagian kepala ke dalam air (termasuk masker & snorkel) dengan tujuan agar air masuk ke snorkel.
  • Muncul ke permukaan air dengan cukup mengeluarkan ujung snorkelnya saja ke atas permukaan air. Tidak perlu mengeluarkan seluruh bagian kepala ke atas permukaan air.
  • Hembuskan napas dari mulut (jangan dari hidung) dengan kuat, tetapi tetap dengan menyisakan napas di paru-paru dengan tujuan untuk melakukan hembusan napas kembali jika snorkel belum bersih dari air/kotoran dengan sekali hembus.
  • Pastikan snorkel bersih dari air/kotoran sehingga snorkel dapat digunakan untuk bernapas.
2. Masker Clearing
Fungsi:
Membersihkan masker dari embun atau objek lain yang menghalangi penglihatan, tanpa perlu membersihkan masker di atas permukaan air atau melepas masker dari kepala.

Penjelasan:
Untuk snorkelling/skin diving, teknik masker clearing selalu diiringi dengan snorkel clearing. Oleh karena itu sebaiknya kita selalu menyisakan napas di paru-paru kita pada saat melakukan masker clearing, agar kita dapat melakukan snorkel clearing jikalau kita membutuhkan napas tambahan untuk menuntaskan masker clearing tersebut. Hal ini tidak berlaku apabila kita melakukan masker clearing saat SCUBA diving, sebab saat SCUBA kita akan memperoleh napas dari tabung oksigen.
Metode masker clearing ada berbagai macam, tetapi yang akan dijelaskan disini hanya 2, yakni masker clearing dengan 1 tangan dan masker clearing dengan 2 tangan.
Teknik:
Cara 2 tangan
  • Tarik napas secukupnya.
  • Masukkan seluruh bagian kepala (dan juga tubuh) ke dalam air. Buka sedikit masker dari bagian atas dengan menggunakan kedua tangan untuk mengisi seluruh masker dengan air. Kondisi mata tetap terbuka.
  • Dengakkan kepala, lalu buka sedikit masker dari bagian bawah dengan menggunakan 2 tangan disertai menghembuskan napas dengan kuat untuk mengeluarkan air dari dalam masker. Jangan lupa untuk tetap menyisakan napas di paru-paru untuk melakukan snorkel clearing.
  • Pastikan masker sudah bersih dari air, embun, atau kotoran lainnya yang dapat menghalangi penglihatan.
  • Kembali ke permukaan air dengan cukup memunculkan ujung snorkel saja di atas permukaan air.
  • Lakukan snorkel clearing.
  • Jika masker clearing belum tuntas dilakukan (biasanya karena masih ada air di dalam masker), lakukan snorkel clearing, ambil kembali napas secukupnya, lanjutkan kembali masker clearing hingga tuntas (sebaiknya masker clearing dilakukan maksimal 2x kesempatan).

Cara 1 tangan
  • Tarik napas secukupnya. 
  • Masukkan seluruh bagian kepala (dan juga tubuh) ke dalam air.
  • Buka sedikit masker dari bagian atas dengan menggunakan kedua tangan untuk mengisi seluruh masker dengan air. Kondisi mata tetap terbuka.
  • Dengakkan kepala, lalu tekan (ke arah wajah, bukan digeser ke atas atau bawah) bagian atas masker (daerah dahi) dengan telapak tangan salah satu tangan.
  • Hembuslah napas dengan kuat untuk mengeluarkan air dari dalam masker. Jangan lupa untuk tetap menyisakan napas di paru-paru untuk melakukan snorkel clearing.
  • Pastikan masker sudah bersih dari air, embun, atau kotoran lainnya yang dapat menghalangi penglihatan.
  • Kembali ke permukaan air dengan cukup memunculkan ujung snorkel saja di atas permukaan air.
  • Lakukan snorkel clearing.
  • Jika masker clearing belum tuntas dilakukan (biasanya karena masih ada air di dalam masker), lakukan snorkel clearing, ambil kembali napas secukupnya, lanjutkan kembali masker clearing hingga tuntas (sebaiknya masker clearing dilakukan maksimal 2x kesempatan).

3. Fin Swimming

Fungsi:
Untuk mobilisasi baik di permukaan air maupun di dalam air.

Penjelasan:
Fin swimming (berenang dengan menggunakan fin) merupakan salah satu teknik yang sangat dasar dalam snorkelling & SCUBA diving. Teknik dari fin swimming ini ada berbagai macam, tetapi yang akan dibahas disini ialah teknik flutter kick.
Teknik flutter kick pada didasarnya dilakukan seperti halnya melakukan gaya bebas dalam renang, yakni gerakan kaki ke atas dan ke bawah secara bergantian. Bedanya, kali ini gerakan gaya bebas ini dilakukan dengan menggunakan fin.
Teknik:
  • Posisi kedua tangan lurus ke depan (agar membentuk stream line). Pandangan 45° ke bawah (agar situasi di depan dan di bawah dapat terlihat). 
  • Gerakan kaki seperti gaya bebas pada renang. Gerakan kaki ke atas dan ke bawah oleh kaki kanan dan kiri secara bergantian. Lutut agak ditekuk sebagai bentuk tahanan karena mendorong air, bukan tekukan yang disengaja sehingga membentuk tekukan yang berlebih. Saat kaki mendorong (menendang) air, pergelangan kaki dikuci agar memberi gaya dorong. Tetapi saat melakukan gerakan yang berlawanan, pergelangan kaki tidak dikunci.
    Bukaan kaki secukupnya, jangan terlalu lebar, jangan terlalu sempit. Fungsinya untuk memberi dorongan di air.
    Gerakan kaki santai, tidak usah cepat-cepat, yang penting konsisten. 
  • Gerakan kaki kontinu (tidak berhenti).
  • Sebaiknya seorang diver dapat melakukan fin swimming sejauh 1 kilometer (10 kali bolak balik memanjang kolam olympic Saraga ITB) secara kontinu.


4. Entry

Fungsi:
Teknik yang digunakan untuk masuk ke dalam air dari daratan (kapal, pinggiran kolam, tebing, dsb) dengan aman.

Penjelasan:
Teknik entry ada berbagai macam, tetapi yang akan dijelaskan disini hanya 2, yakni back roll dan giant stride. Back roll berguna jika jarak antara daratan dengan permukaan air tidak begitu tinggi, sedangkan giant stride berguna jika jarak antara daratan dengan permukaan air tinggi.

Teknik:
Backroll
  • Posisi duduk tegak, posisi kaki lurus ke depan, bentuk tubuh & kaki L membentuk 90°.
  • Posisi duduk membelakangi daerah perairan. Pantat berada di ujung daratan (tepi kolam), dengan posisi ujung pantat melayang tidak menempel pada daratan. Hal ini berguna agar dapat menjatuhkan diri ke air tanpa memerlukan tenaga yang berlebih.
  • Tangan kanan memegang masker. Tiga jari (jempol, telunjuk, jari tengah) menahan masker, telapak tangan menahan mouth piece. Hal ini berguna sebagai pembiasaan jika kita melakukan SCUBA diving, yakni untuk menahan masker dan mouth piece regulator agar tidak terlepas saat kita masuk ke dalam air.
  • Tangan kiri memegang perut. Hal ini berguna sebagai pembiasaan pada saat SCUBA diving, yakni untuk mengamankan selang-selang regulator agar tidak terlepas saat masuk ke dalam air.
  • Balas tanda "ok" dari buddy.
  • Jatuhkan diri (ke arah belakang) ke air dengan rileks, jaga posisi tubuh dengan kaki agar tetap dalam posisi L.
  • Lakukan snorkel clearing.
Giant stride
  • Posisi berdiri tegak. Posisi fin di bibir kolam (atau di ujung bagian daratan lainnya), patokannya setengah bagian kaki melayang di atas permukaan air.
  • Pandangan ke depan.
  • Tangan kanan memegang masker. Tiga jari (jempol, telunjuk, jari tengah) menahan masker, telapak tangan menahan mouth piece. Hal ini berguna sebagai pembiasaan jika kita melakukan SCUBA diving, yakni untuk menahan masker dan mouth piece regulator tidak terlepas saat kita masuk ke dalam air.
  • Tangan kiri memegang perut. Hal ini berguna sebagai pembiasaan pada saat SCUBA diving, yakni untuk mengamankan selang-selang regulator agar tidak terlepas saat masuk ke dalam air.
  • Balas tanda "ok" dari buddy.
  • Jatuhkan diri dengan melangkahkan salah satu kaki sebesar-besarnya ke depan. Jatuh rileks tanpa adanya tolakan (lompatan) dari kaki yang satunya lagi. Jaga posisi pandangan dan tubuh agar tetap ke depan, sehingga masuk ke air tidak dalam posisi membungkuk.
  • Setelah masuk ke dalam air, lakukan snorkel clearing.
5. Water Trappen
Fungsi:
Untuk melayang di permukaan air dengan posisi yang tetap.

Penjelasan:
Teknik ini digunakan jika kita sedang berada jauh dari kapal atau daratan, atau jika kita sedang membutuhkan pertolongan. Dengan teknik ini kita dapat memberikan tanda kepada orang-orang yang berada di kapal atau daratan, bahwa kita sedang berada di tempat kita berada saat itu.

Teknik:
  • Posisi tubuh tegak vertikal terhadap permukaan air. Beberapa bagian tubuh bagian atas ada yang berada di atas permukaan air, sisanya berada di dalam air.
  • Posisi tubuh tenang, tidak berpindah-pindah posisi.
  • Gerakan kaki seperti fin swimming, tetapi lutut dikunci tetap lurus, tidak ditekuk. Pergelangan kaki pun dikunci.
  • Bukaan kaki lebar secukupnya. Kecepatan gerakan kaki konstan, konsisten, disertai tenaga dorongan yang cukup agar tubuh tidak tenggelam.
  • Atur napas untuk membantu menstabilkan posisi tubuh di air sehingga tidak mudah tenggelam.
  • Posisi dagu harus selalu berada di atas permukaan air, dengan sekali-sekali memposisikan dada di atas permukaan air.
  • Sebaiknya diver dapat melakukan teknik ini selama minimal 10 menit.
6. Floating
Fungsi:
Istirahat dengan cara mengambang di permukaan air.

Penjelasan:

Apabila kita ingin beristirahat sebentar saat melakukan snorkelling/skin diving di lautan, dan posisi kita jauh dari kapal atau daratan, akan lebih efektif dan menghemat tenaga jika kita beristirahat di permukaan air daripada harus menuju kapal atau daratan terlebih dahulu.
Floating ada 2 macam, yakni cara telungkup dan cara terlentang.

Teknik:
Telungkup
Posisi badan sejajar dengan permukaan air, dengan posisi tubuh menghadap ke dalam air. 
Posisi seluruh bagian tubuh tenang & rileks, tidak bergerak.
Masker & snorkel tetap digunakan, bernapas seperti biasa dengan menggunakan snorkel. 
Posisi tangan & kaki dibuka dengan lebar yang cukup.
Atur napas untuk membantu tubuh agar tetap mengambang di permukaan air.
Kaki dan tangan boleh digerakkan sedikit untuk membantu menstabilkan tubuh agar tetap mengambang di permukaan air.

Terlentang
Posisi badan sejajar dengan permukaan air, dengan posisi tubuh menghadap ke langit.
Posisi seluruh bagian tubuh tenang & rileks, tidak bergerak.
Masker tetap digunakan, sedangkan snorkel tidak. Bernapas seperti biasa dengan mulut tanpa menggunakan snorkel.
Posisi tangan & kaki dibuka dengan lebar yang cukup.
Atur napas untuk membantu tubuh agar tetap mengambang di permukaan air.
Kaki dan tangan boleh digerakkan sedikit untuk membantu menstabilkan tubuh agar tetap mengambang dipermukaan air.

7. Duck dive

Fungsi:
Masuk ke dalam air secara efektif dari posisi semula yang berada di permukaan air.

Penjelasan:
Saat melakukan snorkelling/skin diving, ada kalanya kita perlu masuk ke dalam air untuk mengamati atau mengambil suatu objek. Dengan teknik ini, kita dapat masuk ke dalam air tanpa perlu menghabiskan waktu dan tenaga.
Teknik ini selalu diiringi dengan teknik ekualisasi/popping, yang berguna untuk menyeimbangkan kembali tekanan pada telinga kita setelah kita masuk ke dalam air. Sebab, dengan bertambah kedalaman air, tekanan pun bertambah.

Teknik:
  • Diawali dengan fin swimming sambil mengambil napas secukupnya. Tahan napas tersebut untuk digunakan saat ekualisasi dan snorkel clearing. 
  • Masukkan dengan segera kepala serta tubuh bagian atas ke dalam air disertai lentingan kaki lurus rapat ke atas, sehingga posisi tubuh tegak lurus dengan permukaan air.
  • Biarkan gravitasi bekerja hingga seluruh tubuh kita masuk ke dalam air.
  • Setelah masuk ke dalam air, lakukan fin swimming untuk membantu mobilisasi kita menuju objek yang dituju.
  • Tak lupa sambil menyelam masuk ke dalam air, lakukan ekualisasi yang disesuaikan bila sudah mulai terasa tekanan di telinga. Ekualisasi ini dilakukan seperlunya saja, disesuaikan dengan tekanan yang kita rasakan pada telinga.
  • Ekualisasi dilakukan dengan cara menjepit hidung dengan salah satu tangan, dilanjutkan dengan menghembus napas melalui hidung. Karena lubang hidung yang tertutup, udara yang dihembuskan akan dialokasikan untuk memberi tekanan keluar telinga, melawan tekanan ke dalam yang diberikan air.
  • Tetap sisakan napas untuk snorkel clearing, jangan dihabiskan pada saat ekualisasi.
  • Jika sudah mencapai objek, kembali ke permukaan air dengan posisi tubuh tegak ke atas. Pandangan ke atas dan berputar untuk memastikan kondisi di atas kita aman. Posisikan salah satu tangan lurus ke atas untuk mengamankan kepala dari objek yang ada di atas.
  • Kecepatan saat ke permukaan air dijaga agar tidak cepat, dengan patokan tidak boleh lebih cepat dari gelembung udara yang menuju ke (atas) permukaan air.
  • Posisikan tangan sebagai bagian tubuh yang terlebih dahulu mencapai permukaan air.
  • Lakukan snorkel clearing.
  • Teknik duck dive ini sebaiknya dapat dilakukan diver minimal dengan kedalaman 5 meter di bawah permukaan air.


8. Apnea

Fungsi:
Digunakan untuk mobilisasi di dalam air.

Penjelasan:
Untuk mengamati objek di dalam air/laut, selain menggunakan teknik duck dive digunakan pula teknik apnea. Teknik duck dive digunakan sebagai cara yang efektif untuk masuk ke dalam air, sedangkan teknik apnea digunakan untuk menyusuri objek yang kita amati jika objek tersebut cukup jauh berada di dalam air.
Apnea selalu disertai dengan teknik hiperventilasi (disesuaikan dengan kondisi), yang berguna untuk membuang sebanyak-banyaknya karbon dioksida dari darah & paru-paru.

Teknik:
  • Diawali dengan hiperventilasi: buang napas sebanyaknya, tarik napas sedalamnya, buang lagi sebanyaknya, tarik lagi sedalamnya, buang lagi sebanyaknya, dan tarik lagi sedalamnya. (hiperventilasi ini jangan dilakukan sering-sering dalam waktu yang berdekatan, karena dapat menyebabkan kelelahan yang diakibatkan tidak teraturnya kadar oksigen & karbon dioksida di dalam darah)
    Tolakkan kaki ke dinding kolam untuk memberi dorongan bagi tubuh agar dapat masuk ke dalam air. Atau lakukan teknik duck dive.
    Setelah berada di tengah kedalaman, lakukan fin swimming dengan posisi tangan lurus ke depan agar dapat menyelam di tengah kedalaman. 
  • Lakukan ekualisasi sesuai dengan kedalaman dan tekanan yang terasa di telinga.
  • Jika penyelaman sudah selesai dilakukan, kembali ke permukaan air dengan prosedur yang sama seperti pada teknik duck dive.
  • Lakukan snorkel clearing.
9. Tired diver tow
Fungsi:
Membantu buddy kita yang kelelahan atau tak sadarkan diri

Penjelasan:
Kegiatan snorkelling & SCUBA diving diharuskan selalu dilakukan secara berkelompok, minimal 1 kelompok terdiri dari 2 diver. Dengan kata lain seorang diver minimal harus disertai dengan seorang buddy.
Teknik ini digunakan untuk membantu buddy yang kelelahan atau tak sadarkan diri untuk dibawa ke tempat yang aman atau ke tempat terdapatnya tenaga bantuan.
Teknik ini ada berbagai macam, tetapi yang dijelaskan disini hanya 2.
Teknik:
Cara I
  • Cara ini ditekankan untuk membantu buddy kita yang kelelahan, cramp, dsb.
  • Posisikan buddy kita (atau biarkan buddy kita yang memposisikan dirinya sendiri) dalam keadaan terlentang.
  • Letakkan tumit kedua kaki buddy pada pundak kita (bukan di atas pundak dan bukan di bawahnya).
  • Pegang pergelangan kedua kaki buddy dengan tangan kita.
  • Pastikan selalu kepala buddy tidak tenggelam dan buddy dapat bernapas.
  • Dorong buddy menuju tempat yang dituju dengan teknik fin swimming (dengan tangan tetap memegang pergelangan kaki buddy).
Cara II 
  1. Cara ini ditekankan untuk membawa buddy kita yang tak sadarkan diri ke tempat yang aman atau ke tempat terdapatnya tenaga bantuan. Posisikan buddy kita dalam keadaan terlentang.
    Buka jalur pernapasan buddy serta amankan dari segala objek yang menghalangi.
    Kaitkan tangan kanan kita dengan tangan kanan buddy.
    Pegang serta topang leher dan kepala buddy dengan tangan kiri kita.
    Pastikan kepala buddy tidak tenggelam dan pastikan buddy dapat bernapas. ▪Tarik buddy menuju tempat yang dituju dengan teknik fin swimming (dengan posisi tangan tetap seperti prosedur sebelumnya).