Kode Etik Pramuwisata


Kode Etik Pramuwisata ini dibuat agar tiap-tiap pramuwisata yang bergerak dibidang pelayanan jasa dapat melaksanakan tugasnya dengan baik dan benar sesuai dengan Kode Etik, etika umum pemandu, peraturan yang berlaku, prosedur keselamatan, dan prinsip dampak negatif yang minimal.


Secara garis besar, Kode Etik Pramuwisata mencakup beberapa poin dibawah ini:


1. Aktivitas pemanduan ekowisata sehari-hari dilaksanakan sesuai dengan peraturan yang mengatur industri.

2. Pemanduan dilaksanakan sesuai dengan Kode Etik Pramuwisata dan etika umum pemandu.

3. Pemanduan dilaksanakan sesuai dengan prosedur keselamatan dan dengan cara yang meminimalkan resiko pada wisatawan ataupun rekan sejawat.

4. Pemanduan dilaksanakan dengan cara yang meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan sosial dan lingkungan alam.

Kode Etik Pramuwisata

Indonesia ditetapkan melalui Keputusan Musyawarah Nasional I Himpunan Pramuwisata Indonesia dengan Keputusan Nomor 07/MUNAS.I/X/1988, meliputi hal-hal sebagai berikut:

  1. Pramuwisata harus mampu menciptakan kesan penilaian yang baik atas daerah, negara bangsa,dan kebudayaan
  2. Pramuwisata dalam menjalankan tugasnya harus mampu menguasai diri, senang, segar, rapi, bersih serta berpenampilan yang simpatik (menghindari bau badan, perhiasan, dan parfum yang berlebihan).
  3. Pramuwisata harus mampu menciptakan suasana gembira dan sopan menurut kepribadian Indonesia
  4. Pramuwisata harus mampu memberikan pelayanan dan perlakuan yang sama kepada wisatawan dengan tidak meminta tip, tidak menjajakan barang dan tidak meminta komisi
  5. Pramuwisata mampu memahami latar belakang asal usul wisatawan serta mengupayakan untuk meyakinkan wisatawan agar mematuhi hukum, peraturan, adat kebiasaan yang berlaku dan ikut melestarikan objek
  6. Pramuwisata mampu menghindari timbulnya pembicaraan serta pendapat yang mengundang perdepatan mengenai kepercayaan, adat istiadat, agama, ras dan sistem politik sosial negara asal wisatawan
  7. Pramuwisata berusaha memberikan keterangan yang baik dan benar. Apabila ada hal-hal yang belum dapat dijelaskan maka pramuwisata harus berusaha mencari keterangan mengenai hal tersebut dan selanjutnya menyampaikan kepada wisatawan dalam kesempatan berikutnya.
  8. Pramuwisata tidak dibenarkan mencemarkan nama baik perusahaan, teman se profesi dan unsur-unsur pariwisata lainnya
  9. Pramuwisata tidak dibenarkan untuk menceritakan masalah pribadinya yang bertujuan untuk menimbulkan rasa belas kasihan dari wisatawan.
  10. Pramuwisata saat perpisahan mampu memberikan kesan yang baik agar wisatawan ingin berkunjung kembali.
Pertimbangan Etika Umum termasuk diantaranya :

- Kebenaran dan kejujuran berkenaan dengan semua informasi yang diberikan pada wisatawan

- Pelaksanaan pelayanan sesuai dengan yang dipromosikan

- Hubungan yang etis dengan penduduk setempat

- Hubungan dengan rekan industri, wisatawan dan pemasok

- Pertimbangan-pertimbangan budaya

- Pertimbangan lingkungan dan pelaksanaan wisata yang berkelanjutan

Hubungan Pramuwisata dengan Perusahaan dan Organisasi Terkait

Pramuwisata dapat dikatakan sebagai jantung dari sebuah tur atau transfer sebab ia adalah seseorang yang harus dapat memompa dan menghidupkan suasana sehingga wisatawan benar-benar dapat memperolah pengalaman menarik sebagimana diharapkan.

Oleh karenanya Pramuwisata harus memahami organ atau komponen lain yang dapat membentuk pengalaman-pengalamanitu. Untuk itulah penting baginya menjalin hubungan yang baik dengan perusahaan serta organisasi terkait dengan tujuan, antara lain sebagai berikut :

Mendapatkan informasi yang akurat dari sumber yang kompeten

Mengetahui perkembangan terkini atas informasi yang disampaikan

Menjalin komunikasi yang lebih baik dengan perusahaan dan organisasi terkait

Hubungan yang baik tersebut pada akhirnya akan bermuara pada efektifitas dan efisiensi rencana pemanduan yang dibuat serta tercapainya pemanduan yang berkualiatas.

Adapun perusahaan dan organisasi yang erat kaitannya dengan kegiatan Pramuwisata antara lain adalah:

(perusahaan perjalanan, Himpunan Pramuwisata Indonesia/HPI,

Association of Indonesian Travel Agencies/ASITA,

objek dan atarksi wisata, toko cinderamata, Hotel dan Restaurant, Perusahaan transportasi, Pemerintah).

Materi disusun oleh : Safran Yusri & Mikael Prastowo (TERANGI,2013)


Sumber : http://www.terangi.or.id